Minggu, 01 Maret 2009

kampanye

Hari demi hari perubahan kan selalu menyertai, bersyukurlah bagi seseorang yang selalu mendapatkan perubahan dalam perbaikan diri. Begitupula pemerintahan di Negara ini selalu berubah untuk mendapatkan system yang lebi baik lagi. Perbaikan pada diri manusia akan sempurna bila patuh pada pemimpin yang telah terpilih, ulama’ dan umaro’ adalah pemimpin yang harus di taati, ketika ulama’ memerintakan untuk memberikan sebagian harta untuk orang miskin maka sudah seharusnya kita mengikuti, dan ketika umaro’ memerintahkan untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi, maka sudah seharusnya kita pergi untuk bergabung dalam pesta demokrasi dengan aplikasi dating ke TPS untuk memberikan suara hati.
Seiring pergantian jaman seiring itu pulah system yang selalu kita temui, satu misal tentang pendidikan dari system pembelajaran melalui CBSA berubah menjadi KBK dan sekarang berubah lagi menjadi KTSP kesemua itu adalah semata – mata hanya untuk memperoleh hasil yang lebi baik lagi. Begitu pula dalam pesta demokrasi dari pemilihan

seorang pemimpin (presiden, gubenur, bupati) yang di pilih oleh dewan (DPR), sekarang sudah berganti di pilih oleh kita sendiri, bahkan pemilihan DPRnya pun sekarang sudah berganti dari kandidat yang di tentukan oleh partai, sekarang berganti menjadi kita yang menentukan sendiri.

Di dalam berpartisipasi demokrasi tentunya kita jangan sampai salah pilih ikutilah suara hati nurani. Dalam hal ini pastilah nurani menginginkan pemimpin yang baik budi pekerti. Sebagian ciri – ciri dari seseorang yang berbudi pekerti adalah melaksanakan tugas dengan nurani, berjalannya nurani dalam system diri manusia akan menjadikan akhlak yang mulia dan sebaliknya berjalannya nafsu angkara akan membentuk akhlak yang buruk.


Jika ingin membangun bangsa bangunlah orangnya
Jika ingin membangun orang bangunlah akhlaknya
Jika ingin membangun akhlak bangunlah nuraninya
Jika ingin membangun nurani bangunlah agamanya
Jika ingin membangun agama bangunlah perintahnya
Jika ingin membangun perintah tinggalkan laranganya

Dalam permasalahan akhlak suda tentu membangunya melalui pendidikan agama, dimana akhlak memiliki kedudukan lebih tinggi di banding ilmu pengetahuan apapun. Kita semua tahu apabila seseorang memiliki akhlak yang baik maka dalam kehidupan bermasyarakat sanjungan dan pujian bersama padanya, meski ia terbatas dalam keilmuannya dan sebaliknya meski seseorang berilmu pengetahuan tetapi ia tidak dapat menguasai nafsu angkaranya sehingga akhlaknya buruk maka dalam kehidupan bermasyarakat yang ia dapatkan hanya cemo_ohan, caci dan makian orang sudah tentu wibawa kehormatan tak bersamanya. Sekali lagi akhlak yang baik kedudukanya lebih tinggi di banding segala macamilmu pengetahuan, TPQ, TPA adalah beberapa tempat yang mendidik manusia untuk menjadikan berakhlak mulia.
Tentang nurani dan akhlak, ibu Anik Maslaka sebagai seorang pemimpin yang selama ini mewakili kita di pemerintahan, tentu lebih memahaminya dan beliau sudah jelas memiliki nurani dan akhlak. Oleh karena itu sebagai warga Negara Indonesia yang baik tentu kita ikut mensukseskan program dari umaro’ yakni dalam pesta demokrasi, yaitu pemilu pada tanggal 09 bulan 04 tahun 2009 penulis mengharapkan untuk memilih sesuai hati nurani.

membangun

Jika ingin membangun bangsa bangunlah orangnya
Jika ingin membangun orang bangunlah akhlaknya
Jika ingin membangun akhlak bangunlah nuraninya
Jika ingin membangun nurani bangunlah agamanya
Jika ingin membangun agama bangunlah perintahnya
Jika ingin membangun perintah tinggalkan laranganya